Marhaban Yaa Ramadhan, kita masuk bulan Ramadhan. Marhaban berakar dari kata rahib yg berarti 'luas' atau 'lapang'. Kata “Ramadhan” berasal dari kata 'ramidha-yarmadhu' yang berarti membakar, menyengat karena terik, atau sangat panas.
Dinamakan Ramadhan karena bulan ditetapkan wajib berpuasa ini, cuaca di Jazirah Arab sangat panas, bisa membakar sesuatu menjadi kering. Ramadhan bisa berarti ‘mengasah’ karena masyarakat Jahiliyah pada bulan itu mengasah alat-alat perang (pedang, pisau, tombak dan sebagainya) untuk menghadapi peperangan pada bulan setelahnya.
Tiada nama bulan yg disebutkan dalam al-Qur'an kecuali Ramadhan (QS al-Baqarah 2:185). Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Islam, dan merupakan bulan penuh keberkahan, kebaikan.
Marhaban Yaa Ramadhan kita ucapkan untuk menyambut bulan suci itu. Kalimat 'Marhaban yaa Ramadhan' mengandung arti bahwa kita menyambut tamu Ramadhan dengan lapang dada, penuh kegembiraan, tamu istimewa, bukan keluh kesah, kekesalan atau menggerutu.
Inilah hari-hari dalam satu bulan dimana kita menahan dan mengendalikan nafsu makan, amarah dan seksual. Bulan yang pada siang hari itu kita larut dalam ibadah puasa hanya berharap ridho Allah semata. Kekuatan ruhiyah puasa kita mampu menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan sholat dan tadarus al-Qur'an.
Bersama perjalanan Ramadhan, bulan kita berpuasa dan mengharapkan agar jiwa-raga diasah dan diasuh serta diperbaiki guna meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Insya Allah.
Allahu a'lamu bishowab.